Andristya’s Weblog

Tugas 1 Etika Profesi

Posted on: 14 April 2009

Pengertian Etika

Etika Berasal dari kata dalam bahasa Yunani Ethos, Yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat.

Etika menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah

– Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.

– Kumpulan asas / nilai yang berkenaan dengan akhlak

– Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat

Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.

Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak

Etika menurut para ahli …

Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai “the discipline which can act as the performance index or reference for our control system”.

Menurut Drs. O.P. Simorangkir : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

Menurut Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

Menurut Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

Hubungan Antara Etika, Etiket dan Munafik

Setiap orang yang beretika tidak mungkin munafik, tapi semua orang yang beretiket mungkin bersifat munafik.

karena etika tidak didasari oleh ada atau tidak orang disekitarnya, jadi orang yang beretika, dimanapun dan kapanpun pasti akan berperilaku baik (tidak akan bersifat munafik). contohnya orang yang beretika jika sendirian dirumah, dia tidak akan duduk disofa dgn mengangkat kaki ke atas meja,  walaupun tidak ada orang yang melihatnya. Karena kalau dia melakukan hal itu berarti dia melakukan hal yang tidak sopan.
Berbeda dengan orang yang beretiket, karena etiket didasari oleh penilaian kesopanan oleh orang-orang disekitar. jadi, bisa saja orang yang beretiket itu bersikap baik pada semua orang yang ditemui, tetapi jika tidak ada orang yang memperhatikannya, dia berbuat yang tidak baik (bermuka dua/munafik). contohnya seperti yang diatas juga, disaat orang lain berada di sekitarnya, ia tidak aka mengangkat kaki keatas meja. Tapi jika orang-orang yang berada disekitarnya sudah tidak ada, bisa saja ia mengangkat kaki keatas meja, karena ia hanya mengetahui bahwa jika tidak ada orang yang mengetahui pekerjaan yang dia lakukan, maka orang akan tetap berpendapat jika dia adalah orang baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Laman

Kategori

YM Admin Status

kalender

April 2009
M S S R K J S
« Agu   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  


%d blogger menyukai ini: